Thursday, 21 April 2016

Market Leader, Market Challenger, Market Follower, Market Nicher

1, Pendahuluan
Dalam dunia marketing selalterdapat strategi pemasaran dan
persaingan-persaingan bisnis antara perusahaan satu dengan perusahaan
lainnya dalam memasarkan produknya. Dalam penerapan strategi-strategi
bersaing tersebut akan memunculkan suatu posisi bisnis bagi perusahaan-
perusahaan yang terkait dalam persaingan tersebut.
Strategi bersaing bergantung pada besar dan posisi masing-masing
perusahaan dalam pasar. Perusahaan besar mampu menerapkan strategi
tertentuyang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Tetaphanya
dengan sekala besar sajtidaklah cukup, karena ada beberapa strategi bagperusahaan besar yang mampu menjamin keberhasilannya, akan tetapi ada juga strategi yang dapat merugikan dirinya sendiri. Dan bukanlah merupakan sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu rnenghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada yang diperoleh perusahaan besar.
Sehubungan dengan besarnya usaha, maka dapat dibedakan menjadi tiga
kelompok usaha yang dapat dilihat dalamtabel berikut:
Posisi

Reaktif

Proaktif

Leader

-Balas
- Persaingan harga

- Pengembangan pasar
- Penelitian dan pengembangan
Challenger
- Follow The Leader
-Me Too

-Menantang
-Menyerang
- Pengembangan produk baru
Follower

- Status Quo
-Me Too
- Cari pasar baru
- Cari segmen pasar baru
-Market Niche

Market Leader adalah perusahaan yang memegang bagaian terbesar
dalam pasar yang memiliki karakteristik memiliki pangsa pasar 40% dan
menjadi pusat orientasi pesaing untuk diserang, ditiru dan dijauhi.
Market Challenger dapat dikatakan perusahaan pesaingan yang selalu menyerang
Market Leader untuk memperluas pangsa pasarnya. Market Challenger adalah perusahaan runner up dibawah Market Leader. 
Sedangkan Market Follower adalah perusahaan yang mengambil sikap tidak mengusik Market Leader dan hanya puas dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisis ± kondisi pasar
Dalam hal persaingan antara perusahaan yang menduduki posisi sebagai
Market Leader dengan perusahaan Market Challenger menuntut strategi-
strategi yang harus dikuasai oleh keduanya. Di pihak Market Leader, mereka
harus mempunyai strategi bertahan yang kuat agar tidak tumbang olehMarke t
Challenger. Sedangkan di pihak Market Challenger harus mempunyai strategi
penyerangan yang baik. Dalam makalah ini dibahas mengenai strategi
menyerang yang dilakukan oleh Market Challenger

2, Market Leader, Market Challenger, Market Follower, Market Nicher

Pemimpin pasarPemimpin pasar dominan di industri itu itu. Ini memiliki pangsa pasar yang besar dan seringkali luas distribusi pengaturan dengan pengecer. Ini biasanya adalah pemimpin industri dalam mengembangkan inovasi baru model bisnis dan produk baru (walaupun tidak selalu). Ini cenderung di ujung tombak teknologi baru dan proses produksi baru.Kadang-kadang memiliki beberapa kekuatan pasar dalam menentukan baik hargaatau keluaran. Dari empat strategi dominasi, ia memiliki fleksibilitas yang paling dalam kerajinan strategi. Ada beberapa pilihan tidak terbuka untuk itu. Namun berada dalam posisi yang sangat terlihat dan dapat menjadi target ancaman kompetitif dan menggabungkan anti-tindakan pemerintah.Penelitian di efek kurva pengalaman dan penelitian PIM selama tahun 1970-an menyimpulkan bahwa kepemimpinan pasar adalah strategi yang paling menguntungkan di sebagian besar industri. Hal ini menyatakan bahwa jika Anda tidak bisa mendapatkan pangsa pasar yang cukup untuk menjadi pemain utama, Anda harus keluar dari bisnis itu dan memusatkan sumber daya Anda di mana Anda dapat mengambil keuntungan dari efek kurva pengalaman dan skala ekonomi, dan dengan demikian meraih pangsa pasar dominan. Hari ini kami mengakui bahwa kurang dominan strategi lain juga bisa efektif.Pilihan utama yang tersedia untuk pemimpin pasar adalah: Memperluas pasar total dengan mencario         baru pengguna produko         baru menggunakan produko         lebih penggunaan pada setiap kesempatan menggunakan  Melindungi pasar yang ada saham oleh:o        mengembangkan ide-ide produk baruo        meningkatkan layanan pelanggano        meningkatkan efektivitas distribusio        mengurangi biaya Memperluas pangsa pasar Anda:o         dengan menargetkan satu atau lebih pesaingo         tanpa diketahui oleh regulator pemerintah
Pasar penantangSebuah penantang pasar adalah suatu perusahaan dalam yang kuat, tetapi bukan posisi dominan yang mengikuti strategi agresif mencoba untuk mendapatkan pangsa pasar. Ini biasanya menargetkan pemimpin industri (misalnya, target Pepsi Coke), tetapi juga dapat menargetkan lebih kecil, pesaing lebih rentan. Prinsip-prinsip dasar yang terlibat adalah:Menilai kekuatan pesaing target. Pertimbangkan jumlah dukungan yang target mungkin mengerahkan dari sekutu.Pilih hanya satu target pada suatu waktu.Cari kelemahan dalam posisi target' itu. Serangan pada titik ini. Pertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk target untuk menyetel kembali sumber daya mereka sehingga untuk memperkuat titik lemah ini.Meluncurkan serangan terhadap sesempit depan mungkin. Sedangkan bek harus mempertahankan semua perbatasan mereka, penyerang memiliki keuntungan untuk dapat berkonsentrasi kekuatan mereka di satu tempat.Melancarkan serangan dengan cepat, kemudian mengkonsolidasikan.
Beberapa opsi terbuka untuk penantang pasar adalah:
 harga diskon atau pemotongan harga  garis ekstensimemperkenalkan produk barumengurangi kualitas produkmeningkatkan kualitas produkmeningkatkan layananperubahan distribusipengurangan biayamengintensifkan kegiatan promosi
Pasar pengikutPengikut pasar adalah suatu perusahaan dalam yang kuat, tetapi bukan posisi dominan yang konten untuk tetap pada posisi itu. Alasannya adalah bahwa dengan mengembangkan strategi yang sejajar dengan orang-orang dari pemimpin pasar, mereka akan mendapatkan banyak pasar dari pemimpin sementara yang terkena resiko yang sangat kecil. Ini "bermain aman" strategi adalah bagaimana Burger King tetap dapat mempertahankan posisi di belakang McDonalds. Kelebihan dari strategi ini adalah:       tidak mahal R & D kegagalan       ada risiko model bisnis yang buruk       "Praktek terbaik" yang sudah ditetapkan       mampu memanfaatkan kegiatan promosi pemimpin pasar       tidak ada risiko tindakan pemerintah menggabungkan anti-       minimal risiko serangan kompetitif       tidak membuang-buang uang di kepala-pada pertempuran dengan  pemimpin pasar
Pasar nicherDalam strategi ceruk perusahaan berkonsentrasi pada beberapa pilih target pasar. Hal ini juga disebut strategi fokus. Diharapkan bahwa dengan upaya pemasaran yang memfokuskan pada satu atau dua segmen pasar yang sempit dan menyesuaikan Anda bauran pemasaran ke pasar-pasar khusus, Anda dapat lebih memenuhi kebutuhan dari target pasar. ceruk harus cukup besar untuk menjadi menguntungkan, tetapi cukup kecil untuk diabaikan oleh para pemain industri utama. Profit margin ditekankan daripada atau pangsa pasar pendapatan. Perusahaan ini biasanya terlihat untuk mendapatkan keuntungan kompetitif melalui efektifitas daripada efisiensi. Hal ini paling cocok untuk perusahaan yang relatif kecil dan memiliki banyak kesamaan dengan perang strategi pemasaran gerilya. Keberhasilan nichers paling cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut:        Mereka cenderung menjadi nilai tambah tinggi industri dan mampu memperoleh margin yang tinggi.        Mereka cenderung sangat difokuskan pada tertentu segmen pasar.        Mereka cenderung untuk memasarkan produk high end atau jasa, dan mampu menggunakan strategi harga premium.         Mereka cenderung untuk menjaga biaya operasional mereka turun dengan menghabiskan lebih sedikit pada R & D, periklanan, dan personal selling.
3. Pembahasan Mengenai Market Challenger
MarkeChallenger adalah perusahaan runner up yang secara konstan
berusaha memperluas pangsa pasar mereka yang dalam usaha mereka
berhadapan langsung dengan pemimpin pasar (Market Leader).Market
Challenger memiliki karakteristik: (a)Biasanya merupakan perusahaan
besar dipandang dari sudut volume penjualan dan laba dengan pangsa pasar> 30%;
(b) Selalu berupaya mencari kelemahan pemimpin pasar dan berusaha
menyerangnya bailangsung atau tidak langsung;(c)Memusatkan upaya mereka pada tindakan mengambil alih perusahaan-perusahaan yanglemah.
2.Strategi Penyerangan Market Challenger kepada Market Leader
Dalam menyusun strategi untuk menyerang Market Leader,perusahaan yang menduduki posisi sebagai Market Challenger harus memperhatikan dua hal pokok yaitu menetapkan sasaran strategi lawan dan memilih strategi penyerangan.
a.Menetapkan Sasaran Strategi Lawan
Langkah awal yang harus dilakukan oleh penantang pasar adalah
menetapkan sasaran strategis dan memililawan yang dihadapi, untuk
itu perusahaan harus melakukan analisis persaingan yang sistematis.
Sasaran strategis dari kebanyakan penantang pasar adalah: peningkatan
bagian pasar dengan harapan akan menghasilkan profitabilitas yang
lebih tinggi. Pada dasarnya,markechallanger dapamemilih salah satu
dari tiga jenis perusahaan yang dapat diserang yaitu: pimpinan pasarperusahaan-perusahaan yang sama besarnya tetapi kurang berhasil serta kekurangan dana, dan perusahaan regional yang lebih kecil.
b.Memilih Strategi Penyerangan
Terdapat dua aturan umum yang perlu diperhatikan olehMarket
Challenger dalam strategi ini, yaitu: (1) Suatu perusahaan sebaiknya
tidak melakukan penyerangan kecuali bila tujuan tidak dapadicapai
dengan cara lain; (2) Agar penyerangan harus berhasil, maka
penyerangan haruslebih superior daripada pihak yang diserang.
Lima strategi penyerangan secara umum yang dapat dipilih oleh
Market Challenger,yaitu:
1)Serangan dari depan (Frontal Attack)
Serangan ini dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikitepat berhadapan denganlawan. Serangan inilebih bersifamenyerang kekuatan lawan daripada mencari titilemahnya. Dalam serangan frontalini, penyerang menandingi produk,iklan, harga,darilawannya, sehingga apabillawantidak kuat maka akan kalah.
Biasanya yang memakastrategi iniadalah market challanger yang
kuat. Strategi serangan ini mempunyai ciri-ciri: (a) Para penantang harus mempunyai keunggulan; (b)SDM yang lebih superior akan menang.
2) Serangan melambung/menyamping
Prinsip pokok dari serangan modern adalah Konsentrasi kekuatan untuk menyerang kelemahan. Market challanger berpura-pura akan menyerang bagian yang kuat sehingga lawan mengerahkan seluruh kekuatan ke bagian tersebut, tetapi serangan yang sesungguhnya akan diarahkan kebagian kelemahannya. Ada dua strategi yang dapadilakukan oleh market challanger yaitu: (a) Serangan geografis, yaitu serangan-serangan yang ditujukan pada daerah-daerah pemasaran dimana pesaing tidak menanganinya dengan baik atau daerah yang terabaikan oleh pesaing (Marke Leader); dan (b) Serangan dengan menutup segmen pasar yang selama ini belum dipenuhi oleh Mark e t
Leader dikarenakan kualitas kinerja produk pesaing ataupun
customer service yang kurang baik.
3) Serangan mengepung (Encirclement Attack)
Serangan ini merupakan kebalikan dari serangan menyamping, yaitu usaha menembus daerah pemasaran lawan dengan mengadakan penyerangan secara besar-besaran terhadap seluruh pasar lawan dan pada saat bersamaan perusahaan penantang memasarkan segala apa saja yang dipasarkan oleh pesaing, dan melebihi apa yang dimilikioleh pesaing, sehinggatawaran perusahaanini tidak mungkin ditolakoleh konsumen.

Untuk Dokumentasi, maka saya kopas dari http://dendyraharjo.blogspot.co.id/2010/10/market-leader-market-challenger-market.html. hehehe

Monday, 18 April 2016


Mengenal Standarisasi Jenis Oli pada kemasan produk.

Mengenali tulisan kode standarisasi di produk2 pelumas seperti yang udah di jelaskan bro Tony diatas adalah sangat perlu bro biar kita mendapat manfaat & kegunaan pelumas secara maksimal sesuai kebutuhan kita.
  1. SAE (Society of Automotive Engineers). SAE ini adalah range tingkat kekentalan suatu pelumas seperti contoh: AE 10w-40 ini menandakan produk ini range kinerja kekentalan pada keadaan dingin sampai panas adalah 10 sampai 40. Ada juga yang hanya menunjukan satu range/grade saja contoh SAE 20. kalo yang menggunakan range 2bh seperti SAE 20w-50 disebut oli multigrade. Kalo huruf w pada 10w adalah singkatan winter yang menunjukan tingkat kekentalan 10 bahkan pada saat winter. Ada juga produk yang tanpa ada simbol w , Misalnya SAE 20-50 , maka produk SAE 20w-50 lebih baik dari SAE 20-50 dilihat dari range kekentalan range suhu yg berbeda. semakin besar angka SAE berarti semakin kental produk tsb. Seperti SAE 10w-40 lebih encer dari SAE 20w-40AE 10w-40 ini menandakan produk ini range kinerja kekentalan pada keadaan dingin sampai panas adalah 10 sampai 40. Ada juga yang hanya menunjukan satu range/grade saja contoh SAE 20. kalo yang menggunakan range 2bh seperti SAE 20w-50 disebut oli multigrade. Kalo huruf w pada 10w adalah singkatan winter yang menunjukan tingkat kekentalan 10 bahkan pada saat winter. Ada juga produk yang tanpa ada simbol w , Misalnya SAE 20-50 , maka produk SAE 20w-50 lebih baik dari SAE 20-50 dilihat dari range kekentalan range suhu yg berbeda. semakin besar angka SAE berarti semakin kental produk tsb. Seperti SAE 10w-40 lebih encer dari SAE 20w-40
  2. API (American Petroleum Institute) adalah suatu grade yang didapat dari lembaga independent yang menetukan sejauh mana kualitas produk pelumas tersebut tentunya dengan seleksi yang ketat. Contoh : API SL. ini menunjukan produk tersebut ditujukan untuk mesin berbahan bakar bensin karena huruf S pada SL , singkatan dari spark (Busi) sedangkan untuk mesin diesel ditunjukan dengan huruf C (compression) seperti API CG dll. Sedangkan Huruf L pada SL menunjukan kualitas produk tsb. semakin mendekati huruf Z maka semakin baik produk tsb. Contoh produk API SL lebih baik secara kualitas dari produk API SF. Sampai saat ini grade tetinggi pada pelumas didunia adalah API SM. Dan perkembangan teknologi akan terus memicu peningkatkan kualitas grade API tsb. Tapi API bukan satu2nya lembaga yang mengeluarkan grade tsb. ada juga ILSAC (International Lubricants Standarization & Approval Commitee) seperti contoh ILSAC GF-2. Dan sampai saat ini yang tertinggi adalah ILSAC GF-4. Dan masih banyak lagi seperti JASO (Japan Automotive Standard Association) , ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d' Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm).
  3. ISO (International Standards Organization), bermarkas di Eropa
    Mengatur standar untuk banyak hal. Aq bahas yang standar untuk oli samping aja. Ada 3 spesifikasi:
    ISO-L-EGB ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FB
    ISO-L-EGC ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FC, di atas ISO-L-EGB
    ISO-L-EGD ---> memiliki persyaratan yang sama dg JASO FD, di atas ISO-L-EGC
    Berhubung standar ISO & JASO sama, maka untuk Ninja 150, oli samping yang dipersyaratkan oleh pabrik adlh minimal ISO-L-EGC. Dg kata lain klo bro mo pake oli samping dg spek ISO-L-EGD, silakan saja.
  4. JASO (Japanese Automobile Standards Organization), bermarkas di Jepang
    JASO mengatur standar oli untuk mesin bensin 4 langkah, mesin diesel dan mesin bensin 2 langkah.
     
    Mesin bensin 4 langkah
    Ada 2 spesifikasi, yaitu MA dan MB dimana kualifikasi MB di atas MA.
    Mesin bensin 2 langkah (oli samping)
    Ada 4 spesifikasi:
    •  JASO FA ---> sudah tidak digunakan
    •  JASO FB ---> spesifikasi di atas FA
    •  JASO FC ---> spesifikasi di atas FB
    •  JASO FD ---> spesifikasi di atas FC 
        
Mesin bensin 
        Mesin bensin   4 langkah
        Kodenya diawali dg "S" (Spark). Saat ini msh ada 4 klasifikasi,
  • SH ---> untuk mesin dg teknologi <1994, spesifikasi diatas SG
  • SJ ---> untuk mesin teknologi 1996, spesifikasi di atas SH
  • SL ---> untuk mesin teknologi 2001, spesifikasi di atas SJ
  • SM ---> yang terbaru, bisa digunakan pada mesin yang menpersyaratkan pelumas dengan spesifikasi di bawahnya (SL/SJ/SH).

Mesin diesel
Kodenya diawali dg "C" (Carbon).  yang msh dipake adalah CF, CG, CH dan CI.

Mesin bensin 2 langkah (Oli samping)
Kodenya diawali dg "T". Ada 4 spesifikasi:
  •      API TA  --> sudah tdk digunakan lagi
  •      API TB ---> spesifikasi di atas TA
  •      API TC ---> spesifikasi di atas TB
  •      API TD ---> spesifikasi di atas TC
Tentang Garde
  • Monograde.     Oli ini hanya memiliki 1 tingkat kekentalan pada semua suhu. Contoh SAE 10, SAE 20.
  • Multigrade.   Oli ini memiliki tingkat kekentalan ganda/bervariasi tergantung suhu. Pada suhu dingin oli ini akan encer dan pada suhu tinggi akan kental. Contoh SAE 10W 40, SAE 20W 50. "W" adlh singkatan dari winter. Berbeda dg standar2 yang lain, oli yang encer blm tentu lebih bagus drpd oli yang kental dan sebaliknya. Dg kata lain blm tentu SAE 10W 40 lebih baik drpd SAE 20W 50, begitu juga sebaliknya. Tergantung dari persyaratan yang diminta oleh masing-masing pabrikan untuk tiap produknya.
Untuk bisa memilih oli yang baik untuk kendaraan kita, hal yang harus diperhatikan adalah:

Spesifikasi oli yang disyaratkan oleh pabrikan. lihat ke buku manual.
Spesifikasi oli yang tertera di kemasan oli.
Pastikan bahwa oli yang kita pilih memenuhi standar minimal yang ditetapkan pabrik. Lebih dari itu ya lebih bagus. Sesuaikan dg budgetnya... hehehe...

Sebagai contoh: oli samping yang paling bagus tentunya yang memiliki kualifikasi API TD, JASO FD, ISO-L-EGD. Kualitas berikutnya (yg dibawahnya) tentu yang berkualifikasi API TC, JASO FC, ISO-L-EGC. Lihat di kemasannya.
Sedangkan untuk oli transmisi, yang paling bagus tentu yang berkualifikasi API SM dan JASO MB. Kualitas berikutnya (yg dibawahnya) tentu yang berkualifikasi API SL dan JASO MA.
Oli dg kualifikasi SL atau JASO MA sudah memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh pabrik.

Sumber Copas : 
1. http://multypaste.blogspot.co.id/2013/01/standarisasi-jenis-oli.html
2. https://seputarperawatanmobil.files.wordpress.com/2011/03/memilih-pelumas.jpg