Friday, 1 July 2016

STRATEGI PEMASARAN PELUMAS
Bagi pengusaha Penjualan Pelumas yang serius mengembangkan bisnis Penjualan Pelumas, mereka menyadari bahwa aktivitas pemasaran dan promosi usaha Penjualan Pelumas harus dilakukan lewat berbagai cara untuk mencapai kesuksesan. Di halaman ini, kami akan memberikan 50 cara mempromosikan usaha Penjualan Pelumas agar usaha Penjualan Pelumas tersebut mencapai kesuksesan.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:Namun sebelum kami menjelaskan lebih jauh, izinkan kami memberikan penjelasan sedikit tentang Strategi Pemasaran. Pemasaran (menurut Wikipedia) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran (dari sudut pandang penjual):
1. Tempat yang strategis (place),
2. Produk yang bermutu (product),
3. Harga yang kompetitif (price), dan
4. Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen:
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2. Biaya konsumen (cost to the customer),
3. Kenyamanan (convenience), dan
4. Komunikasi (comunication).
Saat ini ada satu strategi pemasaran yang sedang gencar dilakukan oleh banyak orang, yaitu berpromosi online melalui website. Anggaplah website adalah markas besar untuk bisnis Penjualan Pelumas Anda. Maka dengan adanya website, melalui cara-cara promosi yang akan segera kami sebutkan ini, Anda akan mempromosikan website sekaligus mempromosikan usaha Penjualan Pelumas. Dimana di website tersebut akan berisi produk, harga, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Karena seharusnya website akan mendukung bisnis Penjualan Pelumas jika diintegrasikan antara promosi offline dan online.
Berikut beberapa alasan mengapa promosi website untuk Penjualan Pelumas perlu juga dilakukan secara offline dan online:
  1. Tidak semua calon konsumen potensial memiliki waktu untuk mencari website Anda, bahkan mungkin tidak mau susah-susah mencari. Ketika website Anda diingat pertama kali, maka mereka akan mencari cara untuk dapat mengakses website Anda dan jika beruntung, terjadilah transaksi.
  2. Tidak semua orang yang biasa menggunakan internet sekalipun mengerti cara memanfaatkan search engine untuk memenuhi kebutuhan mereka, bahkan mungkin tetap bertanya orang di sekitar mereka. Sehingga, jika Anda beruntung website Anda-lah yang akan diakses, dan terjadilah transaksi.
  3. Kini untuk menaikkan ranking di search engine sudah semakin ketat persaingannya sehingga kecil kemungkinan bagi calon konsumen untuk menemukan website Anda. Jika website Anda sudah ada di benak mereka, maka mereka tidak perlu lagi mencari apa yang mereka butuhkan melalui search engine.
  4. Hukum probablilitas untuk pemasaran berlaku. Semakin banyak orang mengenal website Anda melalui berbagai macam cara promosi, maka akan semakin banyak calon-calon konsumen yang akan menjadi konsumen serius.
  5. Dimana ada kesempatan bertemu dengan kesiapan, disitulah keberuntungan berada. Ungkapan ini mungkin cocok bagi Anda yang mempromosikan website melalui berbagai macam cara.
Ilustrasi Integrasi Promosi Offline dan Website (online)
Ilustrasi Integrasi Promosi Offline dan Website (online)
Promosi (menurut Wikipedia) adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. Tujuan promosi diantaranya adalah:
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba
3. Untuk mendapatkan konsumen baru dan menjaga kesetiaan konsumen
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
7. Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen.
Nah, dari ketujuh tujuan promosi diatas, berikut adalah 50 teknik promosi website yang nantinya akan berisi profil bisnis Penjualan Pelumas Anda. Sehingga, begitu mereka mengakses website Anda, Anda juga sekaligus mempromosikan usaha Penjualan Pelumas Anda di website tersebut.
Ketika melakukan aktivitas promosi yang kami sebutkan dibawah, jangan lupa untuk selalu memberitahukan alamat website Anda ke calon konsumen Anda.
1. Memasang iklan baris di koran.
2. Memasang iklan di buku telepon (yellow pages).
3. Menyebarkan katalog promosi dan iklan di pusat perkulakan.
4. Mendekati calon konsumen lewat telepon secara aktif.
5. Mendatangi langsung konsumen yang potensial.
6. Berpromosi lewat surat (direct mail).
7. Menjadi pembicara di seminar, dan bicarakan hal-hal yang hanya dikuasai.
8. Menjadi pembicara tamu acara dialog di radio.
9. Membuat data konsumen lengkap dengan alamat dan kontaknya. Jaga terus agar tetap up to date.
10. Membangun citra perusahaan dengan kop surat yang menarik.
11. Merancang brosur yang menjelaskan keuntungan produk.
12. Mengembangkan cara pemesanan lewat jarak jauh (delivery) seperti lewat surat, email, SMS, Telpon, BBM atau media lainnya
13. Membuat tempat khusus untuk memamerkan usaha Penjualan Pelumas
14. Merancang pemasaran jarak jauh (telemarketing)
15. Membuat logo perusahaan sesuai dengan citra yang dibangun
16. Menerbitkan bulletin yang berkaitan dengan usaha yang dimiliki, paling tidak 3 bulan sekali
17. Mencetak kalender dan membagikannya sebagai souvenir.
18. Membuat kampanye sosial yang berkaitan dengan bisnis Penjualan Pelumas.
19. Membuat stiker dengan logo dan slogan perusahaan dan membagikannya
20. Membuat kaos dengan logo dan nama perusahaan lalu membagikannya.
21. Menjajaki promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
22. Memasang iklan di media cetak mingguan atau bulanan seperti majalah, bulletin, atau tabloid.
23. Memanfaatkan promosi patungan untuk menghemat biaya promosi
24. Berterimakasih pada konsumen dengan mengirimi surat
25. Menjaga hubungan dengan konsumen dengan mengirimkan kartu ucapan
26. Memasang profil perusahaan di Koran dan majalah yang biasa di baca calon konsumen sasaran
27. Menyewa agen periklanan atau humas (Public Relation)
28. Menyelenggarakan kontes atau sayembara yang bersifat promosi
29. Menyelenggarakan seminar yang khusus membahas produk atau jasa yang ada di perusahaan
30. Menyelipkan brosur, katalog promosi atau bahan promosi lain ke dalam tagihan yang dikirim
31. Mencari calon konsumen di pameran-pameran.
32. Mencari calon konsumen di perkumpulan atau komunitas yang berhubungan dengan bisnis Penjualan Pelumas
33. Menari calon konsumen di seminar-seminar.
34. Mencari konsumen potensial di majalah atau koran
35. Mengemas brosur, daftar harga, dan surat menyurat dalam tempat khusus untuk konsumen.
36. Memasang papan penunjuk yang mengarahkan ke kantor Anda.
37. Menyebarkan brosur yang diselipkan di wiper kaca mobil.
38. Mencetak kalimat bersifat promosi pada kertas promosi atau amplop.
39. Memasang logo dan nama perusahaan di kendaraan perusahaan.
40. Membuat daftar produk, lengkap dengan gambar.
41. Menyiapkan video tentang profil perusahaan.
42. Menyiapkan proposal yang ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen.
43. Menyiapkan contoh produk gratisan.
44. Menyediakan kesempatan pada calon konsumen untuk melihat-lihat proses produksi.
45. Mensponsori acara amal.
46. Menyebarkan kartu nama ke kenalan, saudara, teman, atau siapa saja.
47. Membuat mug dan membagikannya sebagai cinderamata
48. Membuat topi sebagai hadiah
49. Menerbangkan balon berisi logo perusahaan pada acara-acara tertentu
50. Beriklan di media elektronik seperti radio dan televisi
51. Pasang papan iklan di reklame, halte bus, dan tempat-tempat strategis
Demikianlah 51 cara promosi bisnis Penjualan Pelumas dan strategi pemasarannya. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi Anda dalam menjalankan usaha Penjualan Pelumas. Apabila Anda tertarik, kami siap membantu membangun website untuk usaha Penjualan Pelumas Anda.
Bersama kami para pelaku bisnis Penjualan Pelumas dapat melakukan memanfaatkan media online tanpa harus menguasai seluruhnya ilmu-ilmu (web design dan programming) yang bagi kebanyakan orang rumit dan butuh waktu lama untuk mempelajarinya.
Kami akan membantu Anda mengembangkan desain layout website, mendaftarkan domain dan hosting. Semua informasi dari Anda, baik berupa teks maupun gambar akan kami tuangkan dalam karya menjadi sebuah website yang menarik, interaktif dan bisa di akses di seluruh dunia setiap saat selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 30 hari dalam sebulan. Bandingkan dengan toko atau kantor yang hanya bisa diakses oleh calon konsumen selama 8 jam sehari, 6 hari seminggu, dan 24 hari sebulan. Sangat masuk akal jika semakin banyak waktu profil bisnis kita diakses, maka akan semakin banyak pula peluang untuk mendapatkan konsumen baru.
Jika Anda sudah siap, segera mengisi Form Request Proposal. Setelah kami menerima Request Proposal, kami segera mengirimkan Proposal Penawaran Terbaik ke email Anda secara detail berdasarkan informasi yang kami terima dari form Request Proposal. Segera isi form Request Proposal sekarang juga.

Source : http://www.beresweb.com/50-cara-promosi-bisnis-penjualan-pelumas-dan-strategi-pemasarannya/

Thursday, 21 April 2016

Market Leader, Market Challenger, Market Follower, Market Nicher

1, Pendahuluan
Dalam dunia marketing selalterdapat strategi pemasaran dan
persaingan-persaingan bisnis antara perusahaan satu dengan perusahaan
lainnya dalam memasarkan produknya. Dalam penerapan strategi-strategi
bersaing tersebut akan memunculkan suatu posisi bisnis bagi perusahaan-
perusahaan yang terkait dalam persaingan tersebut.
Strategi bersaing bergantung pada besar dan posisi masing-masing
perusahaan dalam pasar. Perusahaan besar mampu menerapkan strategi
tertentuyang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Tetaphanya
dengan sekala besar sajtidaklah cukup, karena ada beberapa strategi bagperusahaan besar yang mampu menjamin keberhasilannya, akan tetapi ada juga strategi yang dapat merugikan dirinya sendiri. Dan bukanlah merupakan sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu rnenghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada yang diperoleh perusahaan besar.
Sehubungan dengan besarnya usaha, maka dapat dibedakan menjadi tiga
kelompok usaha yang dapat dilihat dalamtabel berikut:
Posisi

Reaktif

Proaktif

Leader

-Balas
- Persaingan harga

- Pengembangan pasar
- Penelitian dan pengembangan
Challenger
- Follow The Leader
-Me Too

-Menantang
-Menyerang
- Pengembangan produk baru
Follower

- Status Quo
-Me Too
- Cari pasar baru
- Cari segmen pasar baru
-Market Niche

Market Leader adalah perusahaan yang memegang bagaian terbesar
dalam pasar yang memiliki karakteristik memiliki pangsa pasar 40% dan
menjadi pusat orientasi pesaing untuk diserang, ditiru dan dijauhi.
Market Challenger dapat dikatakan perusahaan pesaingan yang selalu menyerang
Market Leader untuk memperluas pangsa pasarnya. Market Challenger adalah perusahaan runner up dibawah Market Leader. 
Sedangkan Market Follower adalah perusahaan yang mengambil sikap tidak mengusik Market Leader dan hanya puas dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisis ± kondisi pasar
Dalam hal persaingan antara perusahaan yang menduduki posisi sebagai
Market Leader dengan perusahaan Market Challenger menuntut strategi-
strategi yang harus dikuasai oleh keduanya. Di pihak Market Leader, mereka
harus mempunyai strategi bertahan yang kuat agar tidak tumbang olehMarke t
Challenger. Sedangkan di pihak Market Challenger harus mempunyai strategi
penyerangan yang baik. Dalam makalah ini dibahas mengenai strategi
menyerang yang dilakukan oleh Market Challenger

2, Market Leader, Market Challenger, Market Follower, Market Nicher

Pemimpin pasarPemimpin pasar dominan di industri itu itu. Ini memiliki pangsa pasar yang besar dan seringkali luas distribusi pengaturan dengan pengecer. Ini biasanya adalah pemimpin industri dalam mengembangkan inovasi baru model bisnis dan produk baru (walaupun tidak selalu). Ini cenderung di ujung tombak teknologi baru dan proses produksi baru.Kadang-kadang memiliki beberapa kekuatan pasar dalam menentukan baik hargaatau keluaran. Dari empat strategi dominasi, ia memiliki fleksibilitas yang paling dalam kerajinan strategi. Ada beberapa pilihan tidak terbuka untuk itu. Namun berada dalam posisi yang sangat terlihat dan dapat menjadi target ancaman kompetitif dan menggabungkan anti-tindakan pemerintah.Penelitian di efek kurva pengalaman dan penelitian PIM selama tahun 1970-an menyimpulkan bahwa kepemimpinan pasar adalah strategi yang paling menguntungkan di sebagian besar industri. Hal ini menyatakan bahwa jika Anda tidak bisa mendapatkan pangsa pasar yang cukup untuk menjadi pemain utama, Anda harus keluar dari bisnis itu dan memusatkan sumber daya Anda di mana Anda dapat mengambil keuntungan dari efek kurva pengalaman dan skala ekonomi, dan dengan demikian meraih pangsa pasar dominan. Hari ini kami mengakui bahwa kurang dominan strategi lain juga bisa efektif.Pilihan utama yang tersedia untuk pemimpin pasar adalah: Memperluas pasar total dengan mencario         baru pengguna produko         baru menggunakan produko         lebih penggunaan pada setiap kesempatan menggunakan  Melindungi pasar yang ada saham oleh:o        mengembangkan ide-ide produk baruo        meningkatkan layanan pelanggano        meningkatkan efektivitas distribusio        mengurangi biaya Memperluas pangsa pasar Anda:o         dengan menargetkan satu atau lebih pesaingo         tanpa diketahui oleh regulator pemerintah
Pasar penantangSebuah penantang pasar adalah suatu perusahaan dalam yang kuat, tetapi bukan posisi dominan yang mengikuti strategi agresif mencoba untuk mendapatkan pangsa pasar. Ini biasanya menargetkan pemimpin industri (misalnya, target Pepsi Coke), tetapi juga dapat menargetkan lebih kecil, pesaing lebih rentan. Prinsip-prinsip dasar yang terlibat adalah:Menilai kekuatan pesaing target. Pertimbangkan jumlah dukungan yang target mungkin mengerahkan dari sekutu.Pilih hanya satu target pada suatu waktu.Cari kelemahan dalam posisi target' itu. Serangan pada titik ini. Pertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk target untuk menyetel kembali sumber daya mereka sehingga untuk memperkuat titik lemah ini.Meluncurkan serangan terhadap sesempit depan mungkin. Sedangkan bek harus mempertahankan semua perbatasan mereka, penyerang memiliki keuntungan untuk dapat berkonsentrasi kekuatan mereka di satu tempat.Melancarkan serangan dengan cepat, kemudian mengkonsolidasikan.
Beberapa opsi terbuka untuk penantang pasar adalah:
 harga diskon atau pemotongan harga  garis ekstensimemperkenalkan produk barumengurangi kualitas produkmeningkatkan kualitas produkmeningkatkan layananperubahan distribusipengurangan biayamengintensifkan kegiatan promosi
Pasar pengikutPengikut pasar adalah suatu perusahaan dalam yang kuat, tetapi bukan posisi dominan yang konten untuk tetap pada posisi itu. Alasannya adalah bahwa dengan mengembangkan strategi yang sejajar dengan orang-orang dari pemimpin pasar, mereka akan mendapatkan banyak pasar dari pemimpin sementara yang terkena resiko yang sangat kecil. Ini "bermain aman" strategi adalah bagaimana Burger King tetap dapat mempertahankan posisi di belakang McDonalds. Kelebihan dari strategi ini adalah:       tidak mahal R & D kegagalan       ada risiko model bisnis yang buruk       "Praktek terbaik" yang sudah ditetapkan       mampu memanfaatkan kegiatan promosi pemimpin pasar       tidak ada risiko tindakan pemerintah menggabungkan anti-       minimal risiko serangan kompetitif       tidak membuang-buang uang di kepala-pada pertempuran dengan  pemimpin pasar
Pasar nicherDalam strategi ceruk perusahaan berkonsentrasi pada beberapa pilih target pasar. Hal ini juga disebut strategi fokus. Diharapkan bahwa dengan upaya pemasaran yang memfokuskan pada satu atau dua segmen pasar yang sempit dan menyesuaikan Anda bauran pemasaran ke pasar-pasar khusus, Anda dapat lebih memenuhi kebutuhan dari target pasar. ceruk harus cukup besar untuk menjadi menguntungkan, tetapi cukup kecil untuk diabaikan oleh para pemain industri utama. Profit margin ditekankan daripada atau pangsa pasar pendapatan. Perusahaan ini biasanya terlihat untuk mendapatkan keuntungan kompetitif melalui efektifitas daripada efisiensi. Hal ini paling cocok untuk perusahaan yang relatif kecil dan memiliki banyak kesamaan dengan perang strategi pemasaran gerilya. Keberhasilan nichers paling cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut:        Mereka cenderung menjadi nilai tambah tinggi industri dan mampu memperoleh margin yang tinggi.        Mereka cenderung sangat difokuskan pada tertentu segmen pasar.        Mereka cenderung untuk memasarkan produk high end atau jasa, dan mampu menggunakan strategi harga premium.         Mereka cenderung untuk menjaga biaya operasional mereka turun dengan menghabiskan lebih sedikit pada R & D, periklanan, dan personal selling.
3. Pembahasan Mengenai Market Challenger
MarkeChallenger adalah perusahaan runner up yang secara konstan
berusaha memperluas pangsa pasar mereka yang dalam usaha mereka
berhadapan langsung dengan pemimpin pasar (Market Leader).Market
Challenger memiliki karakteristik: (a)Biasanya merupakan perusahaan
besar dipandang dari sudut volume penjualan dan laba dengan pangsa pasar> 30%;
(b) Selalu berupaya mencari kelemahan pemimpin pasar dan berusaha
menyerangnya bailangsung atau tidak langsung;(c)Memusatkan upaya mereka pada tindakan mengambil alih perusahaan-perusahaan yanglemah.
2.Strategi Penyerangan Market Challenger kepada Market Leader
Dalam menyusun strategi untuk menyerang Market Leader,perusahaan yang menduduki posisi sebagai Market Challenger harus memperhatikan dua hal pokok yaitu menetapkan sasaran strategi lawan dan memilih strategi penyerangan.
a.Menetapkan Sasaran Strategi Lawan
Langkah awal yang harus dilakukan oleh penantang pasar adalah
menetapkan sasaran strategis dan memililawan yang dihadapi, untuk
itu perusahaan harus melakukan analisis persaingan yang sistematis.
Sasaran strategis dari kebanyakan penantang pasar adalah: peningkatan
bagian pasar dengan harapan akan menghasilkan profitabilitas yang
lebih tinggi. Pada dasarnya,markechallanger dapamemilih salah satu
dari tiga jenis perusahaan yang dapat diserang yaitu: pimpinan pasarperusahaan-perusahaan yang sama besarnya tetapi kurang berhasil serta kekurangan dana, dan perusahaan regional yang lebih kecil.
b.Memilih Strategi Penyerangan
Terdapat dua aturan umum yang perlu diperhatikan olehMarket
Challenger dalam strategi ini, yaitu: (1) Suatu perusahaan sebaiknya
tidak melakukan penyerangan kecuali bila tujuan tidak dapadicapai
dengan cara lain; (2) Agar penyerangan harus berhasil, maka
penyerangan haruslebih superior daripada pihak yang diserang.
Lima strategi penyerangan secara umum yang dapat dipilih oleh
Market Challenger,yaitu:
1)Serangan dari depan (Frontal Attack)
Serangan ini dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimilikitepat berhadapan denganlawan. Serangan inilebih bersifamenyerang kekuatan lawan daripada mencari titilemahnya. Dalam serangan frontalini, penyerang menandingi produk,iklan, harga,darilawannya, sehingga apabillawantidak kuat maka akan kalah.
Biasanya yang memakastrategi iniadalah market challanger yang
kuat. Strategi serangan ini mempunyai ciri-ciri: (a) Para penantang harus mempunyai keunggulan; (b)SDM yang lebih superior akan menang.
2) Serangan melambung/menyamping
Prinsip pokok dari serangan modern adalah Konsentrasi kekuatan untuk menyerang kelemahan. Market challanger berpura-pura akan menyerang bagian yang kuat sehingga lawan mengerahkan seluruh kekuatan ke bagian tersebut, tetapi serangan yang sesungguhnya akan diarahkan kebagian kelemahannya. Ada dua strategi yang dapadilakukan oleh market challanger yaitu: (a) Serangan geografis, yaitu serangan-serangan yang ditujukan pada daerah-daerah pemasaran dimana pesaing tidak menanganinya dengan baik atau daerah yang terabaikan oleh pesaing (Marke Leader); dan (b) Serangan dengan menutup segmen pasar yang selama ini belum dipenuhi oleh Mark e t
Leader dikarenakan kualitas kinerja produk pesaing ataupun
customer service yang kurang baik.
3) Serangan mengepung (Encirclement Attack)
Serangan ini merupakan kebalikan dari serangan menyamping, yaitu usaha menembus daerah pemasaran lawan dengan mengadakan penyerangan secara besar-besaran terhadap seluruh pasar lawan dan pada saat bersamaan perusahaan penantang memasarkan segala apa saja yang dipasarkan oleh pesaing, dan melebihi apa yang dimilikioleh pesaing, sehinggatawaran perusahaanini tidak mungkin ditolakoleh konsumen.

Untuk Dokumentasi, maka saya kopas dari http://dendyraharjo.blogspot.co.id/2010/10/market-leader-market-challenger-market.html. hehehe